Kapolda Kalteng dan Dansatbrimob Pantau Titik Panas Karhutla di Belakang Sekolah Rakyat

Palangka Raya – Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si, bersama Wakapolda Kalteng Irjen Pol. Yosi Muhamartha, Dansatbrimob Polda Kalteng Kombes Pol. Dieno Hendro Widodo, S.I.K., M.M., serta para Pejabat Utama (PJU) Polda Kalteng melaksanakan pemantauan langsung titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Tjilik Riwut Km.39, tepatnya di belakang Sekolah Rakyat, Kota Palangka Raya.

Pemantauan dilakukan dengan memanfaatkan teknologi drone dan satelit untuk mendeteksi serta memetakan titik panas di wilayah tersebut. Langkah ini bertujuan memperoleh gambaran kondisi di lapangan sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat melalui pemadaman dan pembasahan untuk mengendalikan api serta mencegah kebakaran meluas ke area sekitarnya.

Kehadiran pimpinan Polda Kalteng di lokasi menjadi bentuk pengawasan langsung terhadap upaya penanganan karhutla sekaligus memastikan personel dapat mengambil langkah yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Dansatbrimob Polda Kalteng Kombes Pol. Dieno Hendro Widodo, S.I.K., M.M., menyampaikan bahwa pemantauan dan deteksi dini merupakan bagian penting dalam penanganan karhutla, sehingga titik panas dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.

“Pemantauan secara langsung dengan dukungan teknologi drone dan satelit membantu kami mengetahui kondisi serta titik panas di lapangan. Selanjutnya, personel melakukan langkah penanganan melalui pemadaman dan pembasahan agar api dapat dikendalikan dan tidak meluas. Kami akan terus mendukung upaya penanggulangan karhutla dengan mengutamakan kesiapsiagaan dan kerja sama seluruh pihak,” ujar Dansatbrimob.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan, terutama saat kondisi cuaca kering yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Satbrimob Polda Kalteng terus berkomitmen mendukung penanggulangan karhutla melalui pemantauan, kesiapsiagaan personel, serta upaya pemadaman dan pembasahan secara berkelanjutan. Diharapkan, langkah ini dapat membantu mengendalikan kebakaran dan mengurangi dampak kabut asap bagi masyarakat Kalimantan Tengah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *