Buntok – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Tengah melalui personel Kapal Polisi (KP) XVIII-2001 terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kamis (30/7/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mendatangi warga secara langsung untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya serta dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan.
Dalam kesempatan itu, personel mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena berpotensi memicu kebakaran yang meluas, terutama pada musim kemarau.
Selain memberikan imbauan, personel KP XVIII-2001 juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian maupun pemerintah desa apabila menemukan titik api atau indikasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Direktur Polairud Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol. Dony Eka Putra, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah preventif yang terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah terjadinya karhutla.
“Diharapkan melalui edukasi yang berkelanjutan, masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta mematuhi peraturan yang berlaku, sehingga risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalkan,” ujarnya.
Ditpolairud Polda Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, serta seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan karhutla demi mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Tinggalkan Balasan